Hadirkan Reporter TV hingga Praktisi Media Digital, LPM Semata Gelar Pelatihan Jurnalistik di Era AI

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Semata membekali anggotanya dengan keterampilan peliputan modern melalui workshop jurnalistik berbasis teknologi. Kegiatan ini menghadirkan para ahli untuk membedah tantangan serta peluang penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi berita, Sabtu (29/11/2025). By - Muhammad Abdul Aziz | 30 November 2025, 20.40 WIB

 Sumber foto: Maida Fasha/Pers Semata
 
Tegal, Lawang Berita  Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Semata Universitas Harkat Negeri menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2025 di Aula Gedung C, Kampus Mataram, Sabtu (29/11). Mengusung tema “Membangun Kompetensi Jurnalis di Era Revolusi Kecerdasan Buatan”, kegiatan ini bertujuan membekali jurnalis muda agar relevan dengan perubahan lanskap media modern.

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut menghadirkan praktisi lintas media. Pembina UKM Pers Semata, Riky Ardiyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pers mahasiswa memegang peran krusial sebagai instrumen kritik sosial. Kendati demikian, ia mengingatkan agar setiap karya jurnalistik tetap berpijak pada koridor etik dan akurasi yang ketat.

“Salah satu kekuatan pers mahasiswa adalah kebebasan bersuara serta keberanian dalam menyampaikan kritik dan saran. Namun, kebebasan tersebut harus tetap dalam batasan wajar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Riky saat membuka acara secara resmi.

Memasuki sesi pertama, Didi Permadi, M.I.Kom., akademisi Ilmu Komunikasi sekaligus mantan reporter TV One, mengupas tuntas teknik pencarian berita. Menurutnya, produksi informasi berkualitas bermula dari tiga pintu utama: rapat redaksi yang tajam, pemantauan lapangan secara langsung (hunting), dan kemampuan membangun jejaring dengan narasumber.

Didi menekankan bahwa aspek mentalitas menjadi modal fundamental bagi seorang peliput. Jurnalis muda dituntut memiliki keberanian untuk menelusuri fakta, namun tetap dibekali dengan nalar kritis.

“Yang terpenting jangan takut salah dan harus memiliki sedikit sikap 'bandel' dalam mencari kebenaran. Keberanian tersebut wajib dibarengi dengan kemampuan memverifikasi data guna menjaga kredibilitas personal maupun institusi media,” tegas Didi di hadapan puluhan peserta.

Pada sesi kedua, Digital Manager Tribun Jateng, Abduh Imanulhaq, memaparkan urgensi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di tengah gempuran informasi digital. Ia mengulas 11 pasal KEJ sebagai pedoman mutlak untuk menangkal persebaran hoaks yang kian masif.

Abduh juga menyoroti fenomena kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mulai merambah ruang redaksi. Menurutnya, AI adalah alat bantu yang efisien, namun tidak akan pernah bisa menggantikan intuisi serta nurani seorang wartawan.

“AI dapat digunakan dalam proses produksi selama diberikan penanda yang jelas (disclosure). Namun, bagi kawan-kawan yang masih dalam tahap belajar, kemampuan dasar jurnalistik tidak boleh ditinggalkan. Teknologi hanya alat, tetapi integritas adalah identitas jurnalis,” jelas Abduh.

Tidak hanya teori, PJTD 2025 juga menitikberatkan pada pengembangan keterampilan praktis. Usai jeda istirahat, para peserta ditantang menyusun teks berita dalam waktu 30 menit berdasarkan materi yang telah dipelajari. Hasil tulisan mereka kemudian dikurasi langsung oleh panitia untuk memastikan kesesuaian dengan kaidah jurnalistik.

Sebagai langkah adaptasi digital, peserta diberikan panduan teknis mengenai publikasi daring melalui platform jurnalisme warga seperti Kompasiana. Hal ini dimaksudkan agar karya peserta tidak hanya mengendap di ruang kelas, tetapi mampu menjangkau publik luas.

Ketua Pelaksana PJTD, Ahmat Fauzi, bersama Pimpinan Umum Pers Semata, Muhammad Iqbal Saputra, menutup rangkaian kegiatan dengan memberikan apresiasi kepada peserta teraktif dan penulis berita terbaik. Melalui pelatihan ini, jurnalis muda Universitas Harkat Negeri diharapkan mampu bertransformasi menjadi praktisi media yang adaptif terhadap teknologi tanpa menanggalkan nilai-nilai kejujuran informasi.

Postingan populer dari blog ini