UHN Gelar Sosialisasi di SMAN 3 Pemalang, Ratusan Siswa Bedah Peluang Studi Lanjut

Universitas Harkat Negeri (UHN) memberikan pemaparan komprehensif mengenai program studi dan fasilitas kampus kepada ratusan siswa kelas XII guna mempersiapkan transisi menuju jenjang pendidikan tinggi. Senin (5/1/2026) By - Muhammad Abdul Aziz | 5 Jan 2026 15.30 WIB

Sumber foto: Muh. Abdul Aziz/lawangberita.id

Pemalang, Lawang Berita  Universitas Harkat Negeri (UHN) menggelar sosialisasi intensif mengenai sistem pendidikan dan fasilitas kampus di hadapan 288 siswa SMAN 3 Pemalang, Senin, (5/1/2026).  Langkah ini diambil untuk mengenalkan kualitas pendidikan tinggi UHN sekaligus membekali siswa kelas XII dalam menghadapi transisi perkuliahan tahun ajaran 2026/2027.

Pihak Universitas Harkat Negeri memandang bahwa penyampaian informasi ke sekolah-sekolah di daerah merupakan langkah nyata untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi. Selama ini, ketimpangan informasi sering kali menjadi kendala utama bagi siswa di luar kota besar dalam menentukan pilihan program studi yang tepat. Oleh karena itu, roadshow ini dirancang sebagai jembatan komunikasi langsung antara institusi dan calon pendaftar.

Hayyi, perwakilan bagian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Harkat Negeri, menegaskan bahwa kunjungan ke SMAN 3 Pemalang bukan sekadar agenda promosi rutin untuk memenuhi kuota pendaftar. Menurutnya, ada misi edukasi yang lebih besar, yakni memperkenalkan ekosistem kampus secara menyeluruh kepada masyarakat sekolah agar calon mahasiswa memiliki landasan berpikir yang kuat sebelum memutuskan jalur karier mereka.

"Tujuan diselenggarakannya roadshow kampus ke SMAN 3 Pemalang adalah untuk mempromosikan serta mengenalkan sistem pendidikan, fasilitas, dan program studi yang tersedia. Kami berupaya mengenalkan Universitas Harkat Negeri lebih dekat di lingkungan Pemalang agar para siswa memiliki referensi yang solid mengenai kualitas pendidikan tinggi yang dapat mereka akses," ujar Hayyi saat ditemui di Aula SMAN 3 Pemalang, Senin siang.

Lebih lanjut, Hayyi menjelaskan bahwa pengenalan fasilitas dan program studi secara mendalam diharapkan dapat membantu siswa mengukur kecocokan antara minat bakat mereka dengan kurikulum yang ditawarkan. Hal ini menjadi relevan mengingat persaingan masuk perguruan tinggi yang semakin kompetitif dan menuntut kesiapan informasi yang matang sejak dini agar siswa tidak terjebak dalam fenomena salah jurusan.

Di sisi lain, Sebanyak 288 siswa yang hadir merespons materi dengan antusias. Mereka terlibat aktif dalam dialog interaktif, yang menunjukkan tingginya minat literasi pendidikan remaja di Pemalang. Gaya penyampaian tim UHN yang komunikatif pun berhasil menghapus jarak antara pihak kampus dan para siswa.

Histia, salah seorang siswi kelas XII yang mengikuti kegiatan tersebut, mengapresiasi atmosfer pertemuan yang cair namun tetap informatif. Ia menyoroti bahwa keterlibatan emosional dan kemudahan komunikasi membuat informasi mengenai dunia kampus yang rumit menjadi lebih mudah dicerna oleh rekan-rekan seusianya.

"Kakak-kakaknya asik ya, pada saat acara juga seru karena bisa ada umpan balik antara audiens dan pembicaranya. Ini membantu kami untuk tidak ragu bertanya tentang hal-hal teknis di perkuliahan yang selama ini hanya kami dengar samar-samar," ungkap Histia saat dimintai kesan mengenai acara tersebut.

Meskipun paparan dari UHN memberikan kesan mendalam, hal tersebut tidak lantas membuat Histia kehilangan daya kritis dalam menentukan arah studi mandirinya. Bagi Histia, informasi tersebut justru menjadi pembanding untuk rencana yang sudah disusunnya secara matang. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tetap berkomitmen pada rencana awal untuk mendalami bidang kreatif di perguruan tinggi seni ternama di Yogyakarta.

"Planning saya mau ambil jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di ISI Yogyakarta. Namun, bagi saya dan teman-teman kelas 12 lainnya, kegiatan hari ini cukup berdampak untuk rencana studi lanjut kami. Kami jadi memiliki perbandingan yang lebih jernih mengenai apa yang harus disiapkan sebelum benar-benar mendaftar nanti," tambah Histia.

Kegiatan di Aula SMAN 3 Pemalang ini pada akhirnya menjadi potret krusial mengenai urgensi literasi akademik di tingkat lokal. Di tengah derasnya arus promosi perguruan tinggi yang kian kompetitif, kemampuan siswa untuk menyaring informasi dan membedah perbandingan antar-lembaga pendidikan adalah kunci utama agar tidak terjebak dalam salah arah karier.

Langkah Universitas Harkat Negeri yang membuka ruang dialog dua arah ini setidaknya telah memberikan bekal pengetahuan baru bagi 288 siswa di Pemalang. Melalui interaksi ini, mereka didorong untuk tidak sekadar menjadi objek pemenuhan kuota atau penonton dalam industri pendidikan, melainkan bertransformasi menjadi perancang mandiri yang sadar penuh akan peta jalan masa depan studinya. Kesadaran kritis yang tumbuh dari diskusi seperti ini menjadi fondasi penting agar setiap keputusan akademik yang diambil, baik itu menuju UHN maupun institusi lain seperti ISI Yogyakarta, berpijak pada kalkulasi informasi yang jernih dan bertanggung jawab.

Postingan populer dari blog ini