Segarnya Es Sagwan, Minuman Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu
Di tengah gempuran minuman kekinian, Es Sagwan tetap menjadi primadona bagi warga Tegal dan sekitarnya. Cita rasa santan yang gurih dipadu dengan tekstur tepung kanji yang khas membuat minuman ini selalu dicari sebagai pelepas dahaga, Selasa (16/12/2025). By - Muhammad Abdul Aziz | 16 Desember 2025, 20.40 WIB
Tegal, Lawang Berita – Es Sagwan kembali diminati masyarakat Kota Tegal dalam beberapa minggu terakhir seiring meningkatnya suhu udara, Minuman tradisional yang dikenal dengan tekstur kenyalnya ini menjadi pilihan utama warga sebagai pelepas dahaga pada siang hari karena harganya yang terjangkau.
Es Sagwan memiliki komposisi bahan spesifik dan tradisional. Bahan utamanya adalah adonan berbahan dasar tepung yang diolah hingga memiliki tekstur lembut dan kenyal, kemudian dibentuk memanjang. Adonan ini disajikan di dalam gelas dengan perpaduan santan dingin dan es serut. Sebagai pemanis, pedagang menggunakan sirup gula yang tersedia dalam dua pilihan varian, yaitu gula merah dan gula jawa.
Edy, salah seorang pedagang Es Sagwan di Jalan KS Tubun, Kecamatan Dukuhturi, mengatakan bahwa cuaca panas yang terjadi belakangan ini berdampak langsung pada volume penjualannya. Menurutnya, peningkatan pembeli paling signifikan terjadi pada jam-jam siang hari.
“Banyak yang mencari karena sensasinya segar. Apalagi sekarang cuaca sedang panas,” ujar Edy saat ditemui di lapaknya, Senin (8/12/2025).
Senada dengan hal tersebut, salah satu pembeli, Nurani Amaliah, mengaku sering mampir untuk membeli Es Sagwan saat cuaca sedang terik. Menurutnya, minuman tradisional ini efektif untuk menghilangkan dahaga di siang hari.
“Kalau lagi panas-panas gini, minum Es Sagwan rasanya jadi segar. Manisnya juga bisa pilih, jadi tidak bikin enek. Harganya juga ramah di kantong,” kata Nurani.
Nurani menambahkan bahwa ia lebih memilih Es Sagwan karena memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan minuman kekinian. Baginya, minuman ini memberikan nuansa nostalgia jajanan masa kecil. Ia menilai meskipun saat ini banyak bermunculan minuman modern, Es Sagwan tetap memiliki ciri khas tersendiri dengan rasa yang lebih alami dan tidak membosankan.
Di lapak milik Edy, pembeli juga dapat memesan menu pendamping seperti tape ketan yang memiliki rasa manis-asam dan aneka gorengan. Kehadiran menu tambahan ini menjadikan Es Sagwan digemari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja.
Satu gelas Es Sagwan dibanderol mulai dari Rp8.000, tergantung pada ukuran gelas dan tambahan topping yang dipilih. Lapak milik Edy beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, menjadi salah satu bukti warisan kuliner lokal Tegal yang masih bertahan hingga saat ini.
