Antusiasme Warga di Alun-Alun Tegal: Perayaan Tahun Baru yang Meriah dan Kondusif

Suasana malam pergantian tahun di Kota Tegal berlangsung meriah namun tetap terkendali. Ribuan warga memadati sejumlah ruang publik, khususnya kawasan Alun-alun Kota Tegal dan Jalan Pancasila, Rabu (31/12/2025) By - Muhammad Abdul Aziz | 2 Jan 2026 04.30 WIB

Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Tegal, Lawang Berita  Ribuan warga memadati kawasan Jalan Pancasila, Kota Tegal, untuk menyaksikan penampilan grup band nasional GIGI dalam acara pergantian tahun bertajuk "Amazing Tegal", Rabu malam (31/12/2025). Perhelatan akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tegal ini berlangsung meriah dan tetap kondusif di bawah pengamanan ketat aparat gabungan.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono hadir langsung didampingi istri, Gadis Sephi Febriana, serta jajaran Forkopimda termasuk Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah dan Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono. Selain penampilan dari grup band nasional GIGI, acara ini juga diisi dengan doa bersama lintas agama. Momentum religi tersebut secara khusus ditujukan untuk mendoakan keselamatan bangsa dan daerah-daerah yang tengah dilanda musibah banjir bandang di wilayah Sumatera.

Kemeriahan panggung utama nyatanya memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha di sekitar Alun-Alun. Andri, salah seorang pedagang Soto Surabaya di kawasan pusat kota, mengaku antusiasme massa yang membludak menjadi berkah tersendiri bagi penjualannya.

"Malam ini benar-benar pecah, pengunjung membludak sampai ke sudut-sudut jalan. Kehadiran band nasional seperti GIGI jadi magnet luar biasa yang bikin suasana Alun-Alun Tegal jauh lebih hidup, kami para pedagang pun ikut meraup keuntungan dari banyaknya warga yang datang," ujar Andri saat ditemui di tengah keriuhan malam tahun baru, Rabu (31/12/2025).

Sumber foto: Anam Syahmadani/diswayjateng.id

Senada dengan Andri, pengunjung lokal bernama Tati menilai Alun-Alun Tegal sebagai destinasi utama yang sulit tergantikan karena atmosfernya yang inklusif. Ia merasa nyaman menikmati hiburan kelas nasional di ruang terbuka tanpa seka_t sosial.

"Karena jarak terdekat dari rumah, terus pengunjung yang merakyat," ungkap Tati mengenai alasannya bertahan di pusat keramaian.

Kendati demikian, Tati tidak menutup mata terhadap persoalan teknis yang kerap terulang. Ia menyisipkan pesan tajam bagi para pemangku kebijakan terkait tata kelola infrastruktur pendukung. Tati menyoroti persoalan tarif parkir yang sering kali melambung tanpa kendali setiap kali ada acara besar di pusat kota. Menurutnya, aspek kenyamanan publik tidak hanya diukur dari kemegahan artis yang tampil di atas panggung, tetapi juga dari tertibnya biaya parkir yang transparan dan tidak memberatkan kantong masyarakat kecil.

Ia mendesak adanya standarisasi harga agar tidak terjadi ketimpangan tarif yang memicu keresahan pengunjung. "Makin meriah makin bagus, tapi tolong harga parkir disetarakan. Harus ada penertiban supaya tidak ada lagi parkir liar yang meresahkan," tegas Tati.

Perayaan yang berakhir dengan tertib ini ini mencerminkan keberhasilan manajemen massa di ruang publik. Pihak kepolisian dari Polres Tegal Kota, TNI, hingga Satpol PP tampak berjaga di titik-titik krusial untuk memastikan mobilisasi ribuan penonton tetap berjalan lancar hingga acara berakhir.

Postingan populer dari blog ini